Tampilkan postingan dengan label spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label spiritual. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Juli 2010

HATI SEBAGAI GLAND HORMONAL - bagian Ketiga


Komponen lain dari sistem komunikasi jantung-otak diberikan oleh para peneliti yang mempelajari sistem hormon. Jantung telah direklasifikasi sebagai kelenjar endokrin atau hormonal, ketika pada tahun 1983 hormon yang dihasilkan dan dirilis oleh jantung yang disebut faktor natriuretik atrium (ANF) diisolasi. Hormon ini dampaknya luas: pada pembuluh darah sendiri, pada ginjal dan kelenjar adrenal dan di sejumlah besar peraturan daerah di otak. Dr Armour dan murid-muridnya juga menemukan bahwa hati berisi tipe sel yang dikenal sebagai "adrenergik jantung intrinsik" (ICA) sel. Sel-sel ini diklasifikasikan sebagai "adrenergik" karena mereka mensintesis dan melepaskan katekolamin (norepinefrin dan dopamin), neurotransmiter pernah dianggap hanya diproduksi oleh neuron di otak dan ganglia di luar jantung. Baru-baru ini masih, ditemukan bahwa jantung juga mengeluarkan oksitosin, biasanya disebut sebagai "cinta" atau "hormon ikatan." Selain fungsinya yang terkenal dalam proses melahirkan dan menyusui, bukti baru-baru ini menunjukkan bahwa hormon ini juga terlibat dalam kognisi, toleransi, adaptasi, perilaku seksual dan ibu kompleks serta dalam pembelajaran bahasa isyarat sosial dan pembentukan obligasi pasangan abadi. Hebatnya, konsentrasi oksitosin dalam hati setinggi yang ditemukan dalam otak.

Apakah kompleksitas sistem intrinsik saraf jantung dan pengaruh luas sekresi hormonal yang lebih luas dipahami oleh masyarakat ilmiah sedangkan Laceys melakukan penelitian, teori mereka mungkin telah diterima jauh sebelumnya, namun, wawasan dan eksperimen memainkan elucidating penting dalam proses fisiologis dan psikologis dasar yang menghubungkan pikiran dan tubuh. Pada tahun 1977, Dr Francis Waldropin, Direktur Institut Nasional Kesehatan Mental, dinyatakan dalam sebuah artikel review terhadap pekerjaan Laceys 'bahwa: bekerja "prosedur mereka rumit dan hati-hati, dikombinasikan dengan berani teori mereka, telah menghasilkan yang memicu kontroversi sebagai serta janji Dalam jangka panjang, riset mereka dapat memberitahu kita banyak tentang apa yang membuat kami masing-masing pribadi utuh dan dapat menunjukkan teknik yang dapat mengembalikan orang sedih kesehatan.. "

Memang, prediksi ini telah terjadi. Doc Childre dan Institute of HeartMath telah dibangun di atas pekerjaan orang lain seperti Laceys dan Dr Armour untuk mengembangkan intervensi praktis yang menggabungkan pemahaman bahwa hati sangat mempengaruhi persepsi, kesadaran dan kecerdasan. Teknologi ini kini telah membantu ribuan orang dari berbagai latar belakang memimpin lebih produktif, hidup sehat dan memenuhi dengan belajar untuk hidup lebih banyak dengan hati dan pikiran di dalam keterpaduan, operasi dari suatu sinergi konstruktif dari kecerdasan pikiran dan hati.

Rabu, 07 Juli 2010

The Heart Intelligent


HATI YANG CERDAS bagian Pertama
Beberapa peneliti pertama psychophysiological modern untuk meneliti percakapan antara hati dan otak John dan Beatrice Lacey. Selama 20 tahun penelitian di seluruh tahun 1960-an dan 70-an, mereka mengamati bahwa jantung berkomunikasi dengan otak dengan cara-cara yang secara signifikan sehingga mempengaruhi bagaimana kita memandang dan bereaksi terhadap dunia.

Satu generasi sebelum Laceys memulai riset mereka, Walter Cannon telah menunjukkan bahwa perubahan emosi yang disertai dengan perubahan diprediksi dalam denyut jantung, tekanan darah, pernapasan dan pencernaan. Dalam pandangan Cannon, ketika kita "terangsang," energi pada bagian mobilisasi dari sistem saraf (simpatik) kami dan pada saat-saat diam lebih, pada bagian menenangkan sistem syaraf (parasimpatis) kita. Dalam pandangan ini, diasumsikan bahwa sistem saraf otonom dan semua respons fisiologis bergerak dalam konser dengan respon otak untuk stimulus tertentu. Kiranya, sistem detak batin kita bersama, ketika kami terangsang dan bersama-sama ketika kami beristirahat, dan otak mengendalikan seluruh proses.

Laceys melihat bahwa model sederhana yang cocok hanya sebagian perilaku fisiologis sebenarnya. Sebagai penelitian mereka berkembang, mereka menemukan bahwa hati tampaknya memiliki logika sendiri yang khas yang sering menyimpang dari arah sistem saraf otonom. Jantung tampaknya mengirimkan pesan ke otak yang berarti bahwa tidak hanya dipahami, tetapi menurut. Bahkan yang lebih menarik adalah bahwa ia tampak seolah-olah pesan tersebut dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Tak lama setelah itu, ahli-ahli neurofisiologi menemukan jalur saraf dan mekanisme dimana input dari jantung ke otak bisa "menghambat" atau "memfasilitasi" aktivitas listrik otak. Kemudian pada tahun 1974, para peneliti Perancis Gahery dan Vigier, bekerja dengan kucing, merangsang saraf vagus (yang membawa banyak sinyal-sinyal dari hati ke otak) dan menemukan bahwa respon listrik otak berkurang menjadi sekitar setengah tingkat normal. Secara ringkas, bukti menyarankan bahwa jantung dan sistem syaraf tidak hanya mengikuti arah otak, sebagai alat berpikir.

Manusia Bisa Mengubah Segalanya Hanya dengan ber-"IKHLAS" Ria


IKHLAS dan SYUKUR,

“ Magnet Keberuntungan Anda..”

Saat ini banyak orang yang mengidap penyakit takut, takut miskin, takut jatuh dari jabatan, takut bangkrut, takut dihina, dan sebagainya. Dalam kondisi dunia tak menentu sekarang ini, Agar tetap tenang beraktivitas dan optimis, apa yang sebaiknya kita lakukan? Dunia mungkin saja akan lebih kelabu, namun hemat saya, Insya Allah siapa pun yang mengingat Tuhan dan terus tawakkal beraktivitas menyertakan hatinya, akan mendapat bimbinganNYA, Semua yang sedang terjadi adalah per-INGAT-an agar manusia lebih ingat pada yang seharusnya diingat. Yaitu tugas menebar kebaikan yang dititipkanNya pada kita,bukan sebaliknya,Kebanyakan orang tidak menyukai kesedihan dan mencintai kesenangan. Padahal kesenangan tak mengajarkan apapun. Seseorang harus memiliki skill menghadapi cobaan. Semua yang tak menyenangkan adalah guru kehidupan. Hidup adalah sebuah siklus, ada masa-masa gelap, ada masa-masa terang. Saat hidup Anda terpuruk, anggap saja Anda sedang melewati 'malam yang gelap'. Kalau anda bisa bersabar, malam itu akan berganti pagi yang membawa terang kembali.

Setiap kondisi adalah seperti dua sisi mata koin. Di mana ada kesulitan, pastilah ada peluang. Habis Gelap terbitlah terang. Itu sudah hukum alam yg digariskanNya melalui wahyuNya.Tinggal kita sebagai manusia bersedia atau tidak untuk bersabar menjalani masa Gelap berproses menuju terang.

Banyak contohnya. Karyawan kena PHK, menjadi cikal bakal perjalanan wirausaha sukses. Bahkan, seorang wanita karir yang mungkin awalnya terpaksa mundur dari karir kantoran untuk mengasuh anak di rumah, di masa depan keikhlasannya bisa berbuah manis berupa bisnis rumahan beromset milliaran. Jauh lebih baik daripada bekerja kantoran yang dulu ia lakoni.

Setiap perjalanan hidup sudah digariskanNya dengan cara-cara yang kadang seringkali berada di luar jangkauan pemikiran kita saat ini. Kunci kebahagiaan: bisa bangkit dalam keterbatasan dengan memetik hikmah dan peluang yang ada, serta menyadari SETIAP PE­RIODE HIDUP sebaga i "Blessings in Disguise". Believe in God, Believe in Faith, and Believe in Your Destiny.

IKHLAS: KUNCI KEBAHAGIAAN HILANGKAN TAKUT

Realitas saat kini atau hidup Anda saat kini adalah hasil dari pikiran-pikiran yang telah Anda pikirkan. Semua itu akan berubah begitu Anda mulai mengubah pikiran dan perasaan Anda. Mengapa? Karena pikiran dan perasaan yang Anda pancarkan ketika Anda tidak merasa bersyukur adalah emosi-emosi negatif. Emosi negatif iri, kesal, tidak puas, bahkan perasaan-perasaan "tidak cukup" yang mendera. Semua perasaan tersebut tidak mendatangkan apa yang kita inginkan. Emosi-emosi negatif menghambat hal-hal baik mendatangi Anda. la juga akan memantuIkan kembali kepada Anda hal-hal yang tidak Anda ingin­kan.

Seperti kata Wallace Wattles (penulis buku klasik The Science of Getting Rich), tak da­pat dipungkiri bahwa perasaan syukur merupakan salah satu faktor penarik keberuntungan dan kesuksesan hidup manusia. Rasa syukur akan membuat kita memiliki mentalitas kebercukupan­ (abundance mentality)dan menghilangkan mentalitas kekurangan (scarcity men­talitty)

Untuk merasa bahagia dan jauh dari rasa takut, butuh latihan dan disiplin. Caranya, dengan merasa pandai bersyukur. Manusia boleh saja punya target, tetapi tak bisa menentukan sesuatu. Jika sudah mampu menerima hal itu sebagai kenyataan, hidup akan terasa lebih ringan, dan kita bisa menghadapi setiap kejadian seperti air mengalir.

Kunci kebahagiaan ada pada letak per-HATI-an kita dalam beraktivitas. Sertakan hati dalam berpikir, melangkah, dan berkerja. Ikhlaskan apa pun yang sedang kita ikhtiarkan termasuk yang sedang terjadi meski mungkin hal itu belum sesuai dengan keinginan kita. Buatlah agar hati selalu diliputi rasa syukur, sabar, fokus, tenang, dan senang. Insya Allah hidup kita akan selamat dan bahagia.

MELATIH PERASAAN MENERIMA = Melatih Berbahagia

Ikhlas dalam hati manusia mewujud melalui perasaan-perasaan damai, sabar, mudah bersyukur, tawakal, dan berperilaku tidak memaksakan kehidupan selalu berjalan sesuai kehendak kita - menyerahkan urusan pada Tuhan ketika sudah berusaha maksimal.

Mengapa kita harus menunggu kaya dulu, baru bahagia? Sukses dulu, terkenal dulu, baru bisa bahagia? Seharusnya untuk bahagia, kita tidak harus mensyaratkan diri sendiri dengan hal-hal atau pencapaian di luar diri kita. Bila demikian, wah betapa susahnya hidup ini, betapa sulitnya untuk menikmati dan mensyukuri hidup;) Kita pasti akan sulit menghar­gai kehidupan dan hal-hal yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada Kita akan bisa lebih menikmati hidup ketika kita bisa berBahagia tanpa Syarat. Menik­mati setiap proses perjalanan hidup. Tidak akan ada istilah Jatuh dan Bangun dalam hidup, melainkan hanya proses perjalanan dan pembelajaran hidup dari Tuhan Yang Maha Penga sih.

IKHLASKan Emosi

Obat Stress terMujarab

Apa Obat Stres terbaik?

Sebagian orang memilih jalan-jalan dan shopping. Kalau tak punya uang? Cukup cuci mata di jalan-jalan, atau tenggelam di sofa depan TV. Setelah itu, anehnya, mengapa perasaan sumpek yang lebih parah justru mendera?

Dibutuhkan kepribadian yang matang untuk dapat mengelola stres dengan tepat; Orang menjadi cemas, khawatir, dan takut akan kenyataan. Selama ini kita sulit menerima hal-hal tidak enak dalam hidup. Kita bingung menemukan ikhlas yang dikatakan sebagai 'jalan me­nuju kebahagiaan'. Itulah mengapa kita selalu merasa gagal dan menderita. Inilah yang menjadi ciri-ciri orang sekarang.

Cara ber-IKHLAS: Terima Perasaan Negatif

Emosi dirancang supercanggih oleh Tuhan untuk menuntun kita pada tujuan hidup, yaitu kebahagiaan. Melalui emosi kita bisa mengetahui apakah kita masih

berada di zona nafsu (diliputi berbagai emosi negatif,marah, takut, cemas) atau sudah berada di zona ikhlas (diliputi oleh rasa nyaman, tenang, damai), di mana kita bisa menemukan kebahagiaan sejati.

Namun - karena kurang paham menggunakan instrumen tersebut (emosi), kita mudah lepas kendali dan terjebak di zona nafsu. Berbagai masalah timbul karena kita bertindak di saat hati masih dikuasai nafsu.

Mengendalikan emosi artinya, bukan mengekangnya, tapi justru melepaskannya. Namun yang dilepaskan di sini adalah nafsu. Agar terbebas dari emosi, kita tidak boleh lari dari perasaan. Sebaliknya kita harus mau menerima dan menghadapinya dengan ikhlas. Kondisiikhlas hanya dapatdirasakan ketika otak (pikiran) dan hati (perasaan) berjalan selaras.

Berdasarkan studi, frekuensi otak dan hati bisa bertemu pada gelombang bawah sadar atau ketika tubuh dalam kondisi relaks seperti saat bermeditasi atau berdzikir. Dalam kondisi ini kita harus berdialog dengan hati untuk merasakan semua sensasi emosi yang muncul.

Jadi ketika kita sedang bersedih, jangan ditahan atau dihindari. Sambutlah perasaan itu apa adanya dan biarkan hati Anda menjerit atau menangis sepuasnya sampai Anda merasa 'plong'. Perasaan lega, tenang, dan damai inilah yang menandakan kita sudah merasa ikhlas.

Salam Ikhlas.....with gratitute and light...